Surabaya (22/1). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur melakukan silaturahmi ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Selasa (20/1). Pertemuan tersebut membahas penguatan literasi digital, khususnya bagi generasi muda.
Silaturahmi yang berlangsung di Kantor Diskominfo Jawa Timur itu dihadiri jajaran pengurus Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPW LDII Jawa Timur. Kunjungan dipimpin Wakil Ketua DPW LDII Jawa Timur Wahjoe Soetiono, didampingi Sekretaris Bambang Raditya Purnomo.
Dalam pertemuan tersebut, Wahjoe menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kerja sama antara DPW LDII Jawa Timur dan Diskominfo Jawa Timur. Ia menyampaikan, salah satu fokus kerja sama yang dibahas adalah program literasi digital yang telah dijalankan bersama pada 2024 dan direncanakan untuk dilanjutkan serta diperkuat ke depannya.
“Kami ingin meningkatkan kerja sama, khususnya di bidang literasi digital yang pada 2024 sudah kami bangun bersama Diskominfo,” ujar Wahjoe.
Ia menambahkan, media digital memiliki pengaruh yang sangat luas dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatannya perlu disikapi secara bijak, terutama oleh generasi muda. Menurutnya, media digital ibarat dua mata pisau yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif, tergantung pada cara penggunaannya.
Wahjoe menyoroti sejumlah persoalan yang kerap muncul di ruang digital, seperti maraknya pinjaman online ilegal, kecanduan gim daring, media propaganda, serta derasnya arus informasi yang tidak tersaring dengan baik. Untuk itu, DPW LDII Jawa Timur mendorong penguatan literasi digital yang berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskominfo Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin menyampaikan bahwa Diskominfo Jawa Timur membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya penguatan literasi digital. Ia menilai kerja sama dengan LDII sejalan dengan program Gubernur Jawa Timur, Nawa Bhakti Satya 2.0.
Menurut Sherlita, kolaborasi yang telah terjalin antara LDII dan Diskominfo Jawa Timur perlu terus ditingkatkan, mengingat tantangan di ruang digital yang semakin kompleks dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan Program CERDIG (Cerdas Digital) sebagai salah satu upaya Diskominfo Jawa Timur dalam meningkatkan literasi digital masyarakat.
Program CERDIG diwujudkan melalui penyelenggaraan bimbingan teknis yang mencakup peningkatan keterampilan digital, keamanan siber, pemanfaatan kecerdasan buatan, pengelolaan media digital, literasi keuangan digital, serta pemanfaatan data.
“Kami berharap Program CERDIG mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk LDII. Melalui sinergi tersebut, upaya peningkatan literasi digital diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujar Sherlita.
Pada kesempatan yang sama, DPW LDII Jawa Timur juga menyampaikan undangan kepada Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Timur untuk hadir dan memberikan edukasi kepada remaja LDII. Edukasi tersebut direncanakan dalam kegiatan pelatihan jurnalistik yang akan dilaksanakan pada 7 Februari 2026.
Pelatihan jurnalistik itu direncanakan diikuti sekitar 200 peserta yang merupakan perwakilan Bagian KIM DPD LDII kabupaten dan kota. Melalui kegiatan tersebut, DPW LDII Jawa Timur menyiapkan kader jurnalis muda yang diharapkan mampu berperan aktif dalam penyampaian informasi dan pemberitaan kegiatan organisasi di daerah masing-masing.