LDII Nunukan Silaturahim dengan Instansi Pemerintah Dukung Pembangunan Daerah

Nunukan (24/1). Pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nunukan di seluruh tingkatan, mulai dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Cabang (PC), hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD), menyalurkan Majalah Nuansa Persada dan Kalender LDII 2026 kepada berbagai instansi di Kabupaten Nunukan, Jumat (23/1).
Penyaluran tersebut dilakukan ke sejumlah instansi, antara lain Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), kelurahan, kecamatan, Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama (KUA), Koramil, serta instansi terkait lainnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LDII dalam menjaga silaturahim sekaligus meningkatkan transparansi kegiatan dakwah kepada pemerintah setempat.
Penyerahan Majalah Nuansa Persada dan Kalender LDII merupakan tradisi tahunan yang terus dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, LDII ingin menunjukkan kontribusi pemikiran, informasi, serta berbagai kegiatan organisasi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Sekretaris LDII Kabupaten Nunukan, Tamrin, menyampaikan bahwa LDII berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dengan pemerintah dan instansi terkait.
“Penyerahan Majalah Nuansa dan Kalender ini adalah cara kami berbagi informasi mengenai program kerja, kontribusi sosial, serta pandangan LDII terhadap isu-isu kebangsaan terkini,” ujar Tamrin.
Ia berharap, melalui Majalah Nuansa Persada, pemerintah dapat memperoleh gambaran tentang berbagai kegiatan positif yang dilakukan warga LDII. Menurutnya, meskipun kalender dan majalah tersebut tidak bernilai besar secara materi, namun pemberian rutin setiap tahun ini merupakan bentuk perhatian yang dapat memperkuat sinergi dan silaturahim antara LDII dan pemerintah.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi keagamaan dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial serta membangun karakter masyarakat di Kabupaten Nunukan. Melalui literasi yang disajikan dalam Majalah Nuansa Persada, diharapkan terbangun kesamaan visi dalam mewujudkan Nunukan yang religius, harmonis, dan berkelanjutan.
Oleh: Hidayat Nunukan Kaltara (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
