Perkuat Sinergi dengan FKUB, LDII Pasangkayu Kaji Shahih Bukhari

Pasangkayu (30/1). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pasangkayu menggelar pengkajian Kitab Shahih Bukhari yang diikuti para mubaligh se-Kabupaten Pasangkayu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi LDII dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga keharmonisan dan kedamaian masyarakat Pasangkayu.
Sesi pertama pengkajian disampaikan oleh Ustaz Muhammad Tojin dengan membahas hadis Shahih Bukhari tentang manasik haji. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang benar terkait ibadah haji serta mengapresiasi peran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia. “Alhamdulillah, pemerintah kita sangat memperhatikan umat, terutama dalam hal pelayanan ibadah haji. Harapannya, ke depan pemerintah semakin baik dalam melayani dan mengayomi masyarakat, khususnya terkait penyelenggaraan haji,” ujar Ustaz Muhammad Tojin.
Pada sesi berikutnya, Ketua DPD LDII Kabupaten Pasangkayu, Lukman Efendi, menyampaikan sambutan yang menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang damai. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua FKUB Pasangkayu atas dedikasi dan kontribusinya selama dua periode memimpin FKUB. “Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua FKUB Pasangkayu yang selama ini telah berperan aktif menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Pasangkayu,” ujar Lukman Efendi.
Materi selanjutnya disampaikan langsung oleh Ketua FKUB Pasangkayu, Jabarudin Rowar, yang mengulas pentingnya moderasi beragama dalam menyikapi dinamika sosial masyarakat majemuk. Ia menegaskan bahwa moderasi beragama bukanlah upaya mengubah ajaran agama, melainkan cara umat beragama memahami dan mengamalkan ajarannya secara bijak. “Moderasi beragama bukan memoderasi ajaran agama yang sudah sempurna, tetapi memoderasi cara umat memahami dan mengamalkannya agar tidak kaku dan tidak pula terlalu bebas,” tegas Jabarudin.
Ia berharap para mubaligh LDII dapat menjadi teladan di tengah masyarakat dalam bersikap adil, menghormati perbedaan, serta mengedepankan jalan tengah yang damai. “Para dai harus berani mengambil sikap moderat dan menebarkan pesan perdamaian demi terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan rukun di Kabupaten Pasangkayu,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Kabupaten Pasangkayu berharap para mubaligh semakin memiliki pemahaman keagamaan yang mendalam sekaligus berwawasan kebangsaan, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam menjaga persatuan dan kerukunan umat beragama.
Oleh: Anca (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
