Gelar Pelatihan Jurnalistik Tangkal Disinformasi, LDII Jatim Gandeng Kominfo
Surabaya (11/2). DPW LDII Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur menggelar pelatihan jurnalistik bertema penguatan literasi media di GSG Sabilurrosyidin, Surabaya, Sabtu (7/2). Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan kompetensi jurnalistik untuk menangkal disinformasi di era digital.
Wakil Ketua DPW LDII Jawa Timur, Agung Riyanto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia LDII di bidang komunikasi dan media. “Melalui pelatihan ini, kami ingin meng-upgrade kemampuan teman-teman KIM LDII, mulai dari dokumentasi, publikasi, hingga penulisan berita, baik untuk media internal maupun eksternal,” katanya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di daerah masing-masing. “Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta sudah mampu membuat pemberitaan sesuai kaidah jurnalistik serta mengambil foto dan video yang bisa menceritakan sebuah kegiatan secara utuh,” ujarnya.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, Amrodji Konawi, menilai tema pelatihan relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, jurnalis memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan fakta kepada publik secara benar. “Seorang jurnalis bertugas melihat, mengamati, menulis, dan menyampaikan apa yang dilihat kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas jurnalis. “Saat ini sering terjadi pembelokan fakta, sehingga sesuatu yang salah bisa terlihat benar. Jurnalis LDII tidak boleh seperti itu. Harus menyampaikan informasi secara jujur dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyampaikan bahwa tantangan hoaks ke depan diperkirakan semakin meningkat, termasuk yang berbasis kecerdasan buatan (AI). Karena itu, peran masyarakat sebagai produsen konten positif dinilai penting.
“Media sosial saat ini menjadi pintu gerbang paling mudah bagi masyarakat untuk mencari sekaligus menyampaikan informasi. Maka kepekaan terhadap kebenaran informasi harus dimiliki, terutama oleh teman-teman KIM LDII,” ujarnya.
Sherlita menekankan bahwa prinsip jurnalistik harus menjadi pegangan dalam bermedia, tidak hanya memahami unsur 5W+1H, tetapi juga memastikan informasi terverifikasi. “Tujuannya agar setiap informasi bisa dikonfirmasi kebenarannya, sehingga apa yang ditulis benar, akurat, dan berimbang,” jelasnya.
Pelatihan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan perwakilan DPD LDII kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Peserta mendapatkan pembekalan dasar-dasar jurnalistik, penulisan berita, serta teknik dokumentasi foto dan video untuk kebutuhan publikasi. (Cak/Wid)
Oleh: Sofyan Gani (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
