Kadis Kominfo Jatim Tekankan Peran Jurnalis Warga LDII Tangkal Hoaks Digital

Surabaya (11/2). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan pentingnya peran jurnalis warga LDII dalam menangkal hoaks dan disinformasi di era digital. Hal tersebut disampaikannya saat mengisi Pelatihan Jurnalistik yang digelar DPW LDII Jawa Timur bekerja sama dengan Kominfo Jatim di GSG Sabilurrosyidin, Surabaya, Sabtu (7/2).
Sherlita menyampaikan bahwa tantangan hoaks diperkirakan terus meningkat, termasuk hoaks berbasis kecerdasan buatan (AI). Memasuki tahun 2026, penyebaran informasi palsu diprediksi semakin masif sehingga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menyebarkan konten yang benar dan terverifikasi. “Media sosial saat ini menjadi pintu gerbang paling mudah bagi masyarakat untuk mencari sekaligus menyampaikan informasi. Maka kepekaan terhadap kebenaran informasi harus dimiliki, terutama oleh teman-teman KIM LDII,” ujarnya.
Menurut Sherlita, jurnalis komunitas memiliki posisi strategis karena mampu menjangkau peristiwa lokal yang tidak selalu terliput media arus utama. Informasi yang disampaikan jurnalis warga dinilai lebih cepat dan kontekstual bagi masyarakat sekitar. “Di sinilah peran jurnalis warga LDII menjadi penting. Mereka paling dekat dengan komunitas dan bisa menyampaikan informasi yang relevan bagi masyarakat,” katanya.
Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip jurnalistik dalam bermedia, tidak hanya memahami unsur 5W+1H, tetapi juga memastikan setiap informasi telah diverifikasi. Salah satu upaya yang disarankan adalah membangun jejaring komunikasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat kabupaten dan kota. “Tujuannya agar setiap informasi bisa dikonfirmasi kebenarannya, sehingga apa yang ditulis benar, akurat, dan berimbang,” jelasnya.
Sherlita juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus disertai tanggung jawab, termasuk menerapkan etika bermedia sosial seperti menyaring informasi sebelum dibagikan serta menghindari konten provokatif.
Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan Klinik Hoaks Kominfo Jawa Timur yang dibentuk sejak masa pandemi Covid-19 sebagai pusat klarifikasi informasi. “Hampir 90 persen informasi yang kami tangani di Klinik Hoaks tergolong hoaks atau sepenuhnya palsu. Ada juga disinformasi, yaitu informasi yang tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak utuh,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Kominfo Jatim membuka peluang bagi warga LDII, khususnya pegiat KIM, untuk memanfaatkan Klinik Hoaks sebagai sarana pembelajaran dan penguatan literasi informasi. “Klinik Hoaks bisa dimanfaatkan sebagai pusat klarifikasi dan validasi. Jurnalis warga LDII dapat mendeteksi hoaks sejak awal, lalu menyebarkan hasil klarifikasi yang benar kepada masyarakat,” katanya.
Beberapa jenis hoaks yang kerap ditangani Klinik Hoaks meliputi hoaks kebijakan publik dan program pemerintah, disinformasi politik lokal, penipuan finansial digital, hingga konten manipulatif berbasis AI. “Ke depan, hoaks berbasis AI akan semakin sulit dikenali karena tampil lebih halus dan personal. Ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama melalui literasi media dan jurnalisme yang bertanggung jawab,” pungkasnya. (Sof/Wid)
Oleh: Sofyan Gani (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
