LDII Kota Malang Bagikan Ribuan Air Mineral pada Harlah Satu Abad NU

Malang (11/2). DPD LDII Kota Malang membagikan 2.400 botol air mineral dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2).

Ketua DPD LDII Kota Malang, Sugianto Hadi, mengatakan peringatan Harlah Satu Abad NU menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan antarorganisasi kemasyarakatan. “Semoga pemuda LDII bisa menjalin hubungan baik dengan pemuda NU, ormas Islam lain, nonmuslim, dan seluruh lapisan masyarakat, agar tercipta kerja sama yang kondusif dalam membangun bangsa,” ujarnya.

Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari peserta Harlah. Eko Sugi, warga NU asal Jember, mengapresiasi keterlibatan LDII. “Kontribusi sosial LDII ini sangat baik dan perlu dipertahankan. Lanjutkan perjuangan menuju Islam yang lebih baik ke depannya,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan oleh pemuda NU. Muhammad Teguh Kurniawan, peserta asal Surabaya, berharap hubungan antarormas terus terjalin. “Kita sama-sama generasi penerus ormas Islam. Semoga terjalin hubungan baik dan saling mendukung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda LDII Kota Malang, Bayu Respati Nur Abdillah, menyebut keterlibatan pemuda LDII dalam kegiatan tersebut sebagai sarana silaturahim. “Ini menjadi momen yang baik bagi kami untuk menjalin silaturahim dengan warga NU sebagai sesama ormas Islam,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama antarlembaga keagamaan dapat terus terjalin. “Kami berharap LDII dapat terus berkontribusi bersama NU dan ormas Islam lainnya dalam kegiatan yang bersifat membangun bangsa,” tambahnya.

Sebanyak 15 relawan LDII dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Pembagian air mineral dilakukan di sejumlah titik, mulai dari area depan Hotel Tugu hingga sepanjang Jalan Semeru, Kota Malang, sejak pukul 06.30 hingga 09.00 WIB.

Peringatan Harlah Satu Abad NU di Kota Malang tersebut diikuti sekitar 107.000 peserta dan turut dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menyampaikan apresiasi atas peran NU dalam pembangunan Indonesia. 

Ia menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menjaga generasi muda. “Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat harus terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan, kami optimistis upaya menjaga generasi muda dari pengaruh negatif dapat dilakukan secara lebih efektif,” pungkasnya. (Sof/Wid)

Oleh: Sofyan Gani (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.