LDII Dorong Sinergi Tokoh Masyarakat dan Polri Percepat Penyelesaian Konflik Sosial di Lampung

 

 

Bandar Lampung (14/2). Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Lampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Para Tokoh Masyarakat dan Polri dalam Penyelesaian Konflik Sosial untuk Menciptakan Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Wilayah Provinsi Lampung” di Golden Tulip Springhill Lampung, Rabu (11/2).

Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara Polri dan para tokoh masyarakat dalam mencegah serta menyelesaikan konflik sosial. Tujuannya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, damai, dan kondusif di Provinsi Lampung.

FGD dihadiri berbagai unsur, antara lain Ditbinmas Polda Lampung, Kesbangpol Provinsi Lampung, Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung, Plh Kabag Wassidik Ditkrimum Polda Lampung, Pokdar Kamtibmas, Dai Kamtibmas, KBPP Polri, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), unsur Bhabinkamtibmas dari sejumlah polres, serta insan media.

Dalam diskusi tersebut, peserta menekankan pentingnya komunikasi intensif antara aparat dan elemen masyarakat. Deteksi dini potensi konflik di tingkat akar rumput dinilai krusial agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik terbuka. Selain itu, pemanfaatan kearifan lokal sebagai mekanisme penyelesaian masalah dinilai efektif untuk menekan potensi kekerasan dan meminimalkan dampak sosial.

AKBP A. Rahman Napitupulu menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kamtibmas. “Ketika tokoh masyarakat dan warga dilibatkan sebagai mitra, penyelesaian konflik bisa lebih cepat, tepat, dan diterima semua pihak. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat dalam bentuk rasa aman dan kenyamanan beraktivitas,” ujarnya.

Turut hadir dalam FGD tersebut, Wakil Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung, Heri Sensustadi, yang juga anggota FKUB Lampung. Ia menilai forum semacam ini penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun harmoni sosial.

“LDII memandang bahwa penyelesaian konflik tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan hukum semata, tetapi juga pendekatan persuasif, dialogis, dan berbasis nilai-nilai kearifan lokal. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat strategis sebagai penyejuk dan penengah ketika muncul gesekan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, LDII siap mendukung langkah Polri dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat, termasuk melalui penguatan peran dai kamtibmas dan forum keagamaan. Menurutnya, pencegahan konflik jauh lebih penting daripada penanganan setelah konflik terjadi.

Heri berharap komitmen yang terbangun dalam FGD tersebut dapat diimplementasikan secara konkret di lapangan. “Kami berharap sinergi ini terus berlanjut, sehingga setiap potensi konflik dapat dideteksi dan diselesaikan secara musyawarah sebelum berkembang lebih luas. Dengan demikian, masyarakat Lampung dapat hidup dalam suasana yang rukun, aman, dan saling menghargai,” tutupnya.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas sosial. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting bagi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan kondusif di Lampung.

 

 

 

Oleh: Ahmat Nurdin (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.