LDII Jatim: Raih Lailatul Qadar dan Sempurnakan Ramadan dengan Zakat Fitrah

 

Surabaya (12/2). Meraih Lailatul Qadar dapat dilakukan dengan menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan melalui berbagai ibadah, seperti iktikaf di masjid, salat malam, memperbanyak doa, dan membaca Al-Qur’an. Hal tersebut disampaikan Amrodji saat menjelaskan pentingnya memaksimalkan penghujung bulan suci Ramadan.

Menurutnya, malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang sangat besar dan menjadi puncak ibadah di bulan Ramadan. Dalam Surah Al-Qadr disebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan atau setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah. Karena itu, umat Islam dianjurkan bersungguh-sungguh memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai kesempatan meraih pahala yang nilainya melampaui usia manusia pada umumnya.

Selain meraih Lailatul Qadar, pilar terakhir dalam konsep lima sukses Ramadan adalah sukses menunaikan zakat fitrah. Amrodji menegaskan, zakat fitrah merupakan kewajiban setiap Muslim yang ditunaikan menjelang Idul Fitri dan menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Ia menjelaskan, puasa tidak hanya berdimensi ibadah pribadi, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang diwujudkan melalui zakat. Zakat fitrah berfungsi membersihkan diri dari kekurangan selama menjalankan puasa sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merayakan Idul Fitri dengan layak.

Karena itu, LDII berupaya memastikan pendistribusian zakat fitrah berjalan tertib, tepat sasaran, dan adil. Amrodji menambahkan, LDII juga mendorong kepedulian bersama agar warga yang kurang mampu tetap dapat menunaikan kewajiban zakat fitrah, baik melalui bantuan maupun pendampingan dari pengurus dan masyarakat sekitar.

“Zakat fitrah bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga bentuk kepedulian sosial. Melalui zakat, kita berbagi kebahagiaan dengan fakir miskin agar mereka juga dapat merasakan kegembiraan menjelang Idul Fitri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amrodji menyampaikan bahwa implementasi lima sukses Ramadan di lingkungan LDII dilakukan melalui pengajian rutin Al-Qur’an dan hadis, evaluasi ibadah, serta pembinaan berkelanjutan. Langkah tersebut bertujuan agar perubahan positif yang dicapai selama Ramadan dapat terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup perbincangan, ia mengajak masyarakat Jawa Timur menyambut Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin, serta menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman. “Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum pembentukan karakter menuju pribadi yang bertakwa dan bermanfaat bagi sesama,” katanya.

Melalui Podcast Ruang Informasi produksi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur, konsep lima sukses Ramadan diperkenalkan sebagai panduan ibadah yang mendorong umat Islam menjalani Ramadan secara lebih terarah, bermakna, dan penuh kepedulian sosial.

 

 

 

Oleh: Sofyan Gani (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.