LDII Takalar Gandeng Polres dan Dinkes, Edukasi 147 Pemuda Bahaya Narkoba dan Rokok Melalui “GEN SMART”

Takalar (18/2). Upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkoba dan rokok terus digencarkan. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Takalar menggelar kegiatan Generasi Sehat Tanpa Rokok dan Narkoba (GEN SMART) di Masjid Baiturrohman, Kecamatan Sombala Bella, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Senin (16/2).
Kegiatan tersebut merupakan implementasi pengabdian LDII dalam klaster kesehatan dan pendidikan, sekaligus bentuk sinergi bersama Polres Takalar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar. Sebanyak 147 pemuda-pemudi LDII mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang duhur. Peserta berasal dari LDII Takalar serta tamu undangan Pemuda LDII Makassar Selatan Wilayah 2 yang meliputi Gowa, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
Ketua DPD LDII Takalar, Ruslan Nambung, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap tren pergaulan yang berpotensi menjerumuskan generasi muda. “Ancaman narkoba kini menyusup halus melalui pergaulan dan rasa ingin tahu. Kami menghadirkan pakar agar pemuda LDII menjadi pelopor generasi sehat yang keren tanpa asap rokok dan hebat tanpa narkoba,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa edukasi dari para ahli menjadi langkah preventif agar remaja memiliki ketahanan diri dalam menghadapi tekanan pergaulan.
Materi bahaya narkoba disampaikan oleh IPDA Abdul Salam, Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satresnarkoba Polres Takalar. Ia memaparkan jenis-jenis narkotika, dampak ketergantungan, serta konsekuensi hukum bagi penyalahguna.
“Mengetahui berbagai jenis narkoba bukan berarti harus mencoba. Dari sosialisasi ini kita tahu bahwa narkoba menyebabkan ketergantungan, kerusakan permanen pada organ tubuh, bahkan kematian. Jangan pernah mencoba,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba hanya berujung pada empat tempat. “Hanya ada empat tempat bagi pecandu: rehabilitasi, penjara, rumah sakit jiwa, atau kuburan. Jauhi narkoba sebelum narkoba menjauhkanmu dari hidup,” pungkasnya.
IPDA Abdul Salam turut mengapresiasi peran LDII yang dinilai membantu tugas kepolisian dalam edukasi dan pencegahan di tengah masyarakat.
Sementara itu, materi bahaya rokok disampaikan oleh Masyita Hista, Staf Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar. Ia menjelaskan bahwa rokok menjadi pintu masuk berbagai gangguan kesehatan kronis, terutama pada remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
“Remaja adalah masa emas pertumbuhan. Menghindari rokok dan rajin olahraga adalah investasi masa depan. Dengan tidak merokok serta rajin olahraga, berarti kita menyimpan kekuatan untuk diri kita saat usia 45 tahun ke atas,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa semakin dini seseorang mulai merokok, semakin tinggi risiko kanker dan penyakit kronis lainnya. Kesadaran diri menjadi kunci utama untuk menjauh dari kebiasaan tersebut.
Masyita juga mengapresiasi keteladanan di lingkungan LDII, di mana para pengurus dan orang tua tidak merokok sehingga menjadi contoh bagi generasi muda. “Saya senang sekali melihat komunitas LDII, dari anak-anak hingga orang tua, tidak ada yang merokok. Ini teladan luar biasa,” ujarnya.
Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta mengajukan pertanyaan, termasuk cara menolak ajakan teman untuk mencoba rokok atau narkoba.
Kegiatan GEN SMART ditutup dengan foto bersama sebagai simbol sinergi antara LDII, kepolisian, dan dinas kesehatan dalam memerangi peredaran narkoba serta menekan angka perokok remaja di Takalar dan sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, LDII Takalar menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dan kebiasaan merokok sejak dini.
Oleh: LDII SULSEL (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
