Rapimnas 2026: LDII Sulsel Siap Perkuat Konsolidasi Nasional dan Sukseskan Asta Cita Presiden

Makassar (18/2). Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026 secara hybrid di Makassar, Senin (16/2). Kegiatan tersebut disiarkan langsung dari Kantor DPP LDII, Senayan, Jakarta, dengan mengusung tema “Konsolidasi Nasional Penguatan Kontribusi LDII untuk Bangsa”.
Rapimnas menjadi momentum strategis menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan untuk memastikan kesinambungan program serta penguatan peran organisasi dalam pembangunan nasional.
Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro, menyampaikan bahwa DPW LDII Sulsel saat ini membawahi 22 DPD kabupaten/kota, 92 Pimpinan Cabang (PC), dan 99 Pimpinan Anak Cabang (PAC).
“Alhamdulillah, hingga saat ini koordinasi dan konsolidasi organisasi berjalan dengan baik dan solid di seluruh jajaran,” ujarnya.
Ia memaparkan sejumlah program strategis yang telah dilaksanakan sepanjang 2025–2026.
“Pelaksanaan CKG di 20 DPD kabupaten/kota sebagai penguatan konsolidasi dan pembinaan organisasi,” ujar Asdar.
Selain itu, kegiatan “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri” di Taman Makam Pahlawan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup menjadi wujud kontribusi nyata kepada bangsa dan negara. Program lainnya meliputi pembinaan generasi muda, penguatan delapan klaster pengabdian, serta peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah.
Memasuki 2026, DPW LDII Sulawesi Selatan akan menitikberatkan program kerja pada dukungan terhadap Asta Cita Presiden, khususnya poin keenam terkait mitigasi. Salah satu langkah konkret yang akan dijalankan adalah gerakan penanaman pohon secara masif di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat peran ormas Islam dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Setelah berkoordinasi dengan seluruh DPD se-Sulawesi Selatan, DPW LDII Sulsel menyampaikan dua rekomendasi kepada DPP LDII. Pertama, menyetujui pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) LDII ke-X pada 7–9 April 2026. Kedua, apabila terdapat kendala sehingga Munas belum dapat dilaksanakan pada tanggal tersebut, maka DPW LDII Sulsel merekomendasikan penundaan dan memberikan mandat kepada DPP LDII untuk menetapkan waktu pelaksanaan sesuai situasi dan kondisi.
DPW LDII Sulsel juga menyampaikan doa dan apresiasi kepada jajaran pimpinan pusat atas dedikasi dan pembinaan berkelanjutan kepada wilayah.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, menegaskan bahwa Rapimnas harus dimaknai sebagai kesempatan emas untuk memaksimalkan pengabdian di akhir masa jabatan kepengurusan saat ini.
“Rapimnas ini harus kita maknai sebagai momentum untuk melakukan do the best,” tegas Chriswanto Santoso.
Menurutnya, melakukan yang terbaik bukan sekadar menyelesaikan program kerja, tetapi memastikan setiap kebijakan dan langkah organisasi memberikan dampak jangka panjang.
“Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi fondasi bagi generasi selanjutnya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya meninggalkan warisan positif berupa sistem organisasi yang tertata, budaya kerja yang solid, serta kesinambungan kepemimpinan yang terjaga. Di akhir masa jabatan, ia mengajak seluruh jajaran bekerja penuh tanggung jawab demi menjaga marwah dan wibawa LDII di tingkat nasional.
Rapimnas LDII 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum konsolidasi nasional untuk memastikan kontribusi nyata organisasi dalam membangun bangsa, memperkuat karakter generasi muda, serta menjaga harmoni sosial dan lingkungan di Indonesia.
Oleh: LDII SULSEL (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
