LDII Jombang Gelar Pelatihan Jurnalistik, Ajarkan Literasi Digital untuk Hadapi Hoaks

Jombang (6/5). DPD LDII Kabupaten Jombang menggelar pelatihan jurnalistik bagi generasi muda di Ruang TC Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU), Sabtu (2/5). Kegiatan ini menekankan pentingnya literasi digital dalam menghadapi maraknya penyebaran hoaks di media sosial.
Pelatihan dibuka oleh Ketua DPD LDII Jombang, Widodo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya membekali generasi muda dengan kemampuan komunikasi dan publikasi yang baik.
“Kami memberikan ruang kepada bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) untuk menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dengan tema memperkuat literasi media generasi muda,” ujar Widodo.
Ia berharap pelatihan yang berlangsung sehari penuh itu dapat menambah wawasan peserta tentang dunia jurnalistik, sekaligus mendorong generasi muda untuk berkontribusi menyampaikan informasi positif kepada masyarakat.
“Harapannya peserta memiliki kemampuan jurnalistik untuk mengomunikasikan dan menginformasikan kegiatan, serta berkontribusi kepada masyarakat melalui publikasi yang baik,” tambahnya.
Widodo menegaskan, publikasi memiliki peran penting dalam memperkenalkan kegiatan organisasi kepada masyarakat luas. Menurutnya, generasi muda LDII menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi di tingkat akar rumput.
“Kegiatan di tingkat dasar perlu diinformasikan agar masyarakat mengetahui aktivitas yang ada di Kabupaten Jombang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Dwi Arga Abdillah yang juga menjabat Ketua Bidang KIM DPD LDII Jombang mengatakan, pelatihan diikuti 36 peserta dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang.
Menurutnya, pelatihan jurnalistik menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memahami arus informasi digital yang semakin cepat. Peserta juga dibekali keterampilan membuat konten yang positif, edukatif, dan bertanggung jawab.
“Melalui pelatihan ini kami berharap generasi muda LDII mampu memahami literasi digital, lebih bijak menggunakan media sosial, serta dapat menangkal hoaks dengan menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat,” ujar Dwi Arga.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, serta etika bermedia digital. Salah satu materi disampaikan oleh Ketua Biro KIM DPW LDII Jawa Timur yang membahas penulisan straight news atau berita langsung.
Ia menjelaskan pentingnya memahami unsur dasar jurnalistik, mulai dari menentukan sudut pandang berita, menyusun judul yang menarik, hingga menulis isi berita yang informatif dan mudah dipahami.
Menurutnya, berita tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda harus mampu menjadi penyampai informasi yang benar. Jangan hanya cepat menyebarkan berita, tetapi juga memahami nilai dan dampaknya,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, LDII Jombang berharap generasi muda semakin aktif memproduksi informasi yang positif dan edukatif, serta turut menciptakan ruang digital yang sehat dan bebas hoaks.
——————-
Oleh: Sofyan Gani (contributor) / Dita Rahmatia (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
