Dinas PMD Banten Sambut Kolaborasi LDII dalam Pengelolaan Sampah dan Ketahanan Pangan
Serang (12/5). Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan (PLK) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Banten, Kustantina menerima silaturahim jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Banten. Silaturahim diterima di ruang kerjanya pada Selasa (5/5).
Dalam pertemuan itu, Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tono Sumito didampingi Wanhat DPW LDII Banten, Edwin Sumiroza. Dihadiri juga Pimpinan Ponpes Baitul Ulum Al Musawwa Ust. Choirul Hadi, Kepala Sekolah Baitul Ulum El Musawa Ust. Brin Hariman serta anggota Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga.
Keduanya membahas program kerja Dinas PMD Banten yang relevan dengan program kerja LDII Banten. Di antaranya upaya realisasi TPS 3R sebagai penanganan sampah berbasis kesadaran warga masyarakat di salah satu wilayah di Desa Kramatwatu.
Dimo mengatakan audensi kali ini merupakan balasan atas kunjungan dari Dinas PMD Banten ke Kantor DPW LDII Banten beberapa waktu lalu. Ia mengatakan progam Dinas PMD Banten sangat strategis dengan program LDII Banten.
“Delapan Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa sejalan dengan semangat pembangunan daerah untuk memperkuat, mempertajam, dan mensinergikan delapan program prioritas tersebut agar semakin relevan dan berdampak pada masyarakat nyata serta mendukung agenda pembangunan daerah,” papar Dimo.

LDII Banten memiliki komitmen tinggi merealisasikan program kerjanya terutama yang bersinergi dengan program pemerintah termasuk Dinas PMD Banten.
Edwin menambahkan, di tengah situasi itu, inisiatif warga harus menunjukkan bahwa sampah juga bisa menjadi sumber manfaat ekonomi. “Awalnya kami belajar mengelola sampah dengan maggot. Lama-lama kami sadar ini bukan cuma soal kebersihan, tapi juga bisa jadi sumber penghasilan,” ujar Edwin.
Selain dapat menyelesaikan isu lingkungan, program ini berpotensi besar membuat sirkular ekonomi dimana sampah dimanfaatkan dan didaur ulang secara ekonomis. Salah satu multiplier efect dari program ini adalah berkembangnya pertanian warga berbasis halaman sehingga dapat mendorong kesejahteraan warga masyarakat secara lebih mandiri dalam hal pangan.
Sementara itu, Kabid PLK menyambut baik program ini dan akan dilakukan tindak lanjut merealisasikan dengan segera.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Uyun Kusuma (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
