Gus Aab: LDII Jago Bangun Send of Belonging Organisasi

Jember – Kita wajib bersyukur atas segala nikmat Allah. Rasa syukur bahwasanya berada dalam suasana yang baik, dalam rangka silaturahim, berada dalam kekeluargaan yang baik. Bahwa dalam silaturahim atau disebut silatur arham. Yang benar itu ada dua unsur yaitu, silatul aksad dan silatul arwah. Jadi konsolidasi atau ketemu secara fisik dan ketemu secara ruh. Tampaknya karena masa pandemi, aksadnya hilang, ketemunya ruh tok. Untung sekali-kali bertemu secara hybrid. Alhamdulillah hari ini kita bisa bertemu secara fisik secara ruh. Dari kita ketemu fisik dan ruh maka akan ada silatul afkar dimana konsolidasi ide, gagasan dan pemikiran bisa sharing membahas satu tema, suatu persoalan yang terkait dengan penguatan hikmah kita lilummah.

 

Hal itu Ketua MUI Jawa Timur KH. Abdullah Syamsul Arifin, M.Hi dalam pengajian yang diadakan DPD LDII Kab.Jember, 24/11. Pengajian yang diisi dengan materi bab haji ini juga diisi tentang peluang pembiayaan Arrum dari Pegadaian Syariah. Hadir dalam pengajian ini warga LDII dari Kabupten Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, Jember dan pengurus LDII se-Kabupaten Jember. 

Lebih lanjut KH. Abdullah Syamsul Arifin, M.Hi yang biasa disapa Gus Aab ini menjelaskan dari silatur afkar maka akan lahir silatul af’al yaitu konsolidasi gerakan. Dimana orang bergerak berangkat awal dari berfikir, kemudian muncul pemahaman dari situ lahir kesadaran. Dimana perilaku keagamaan bukan sesuatu yang tampil secara instan. Berangkat dari silatul arham, silatul afkar dan ada silatul af’al. “Tidak ada orang secara tiba-tiba melakukan kegiatan keagamaan yang didorong dari hati yang bersih didorong dengan niat yang luhur. Berawal dari pengetahuan keagamaan, pengalaman dan kesadaran keberagamaan akan lahir aktifitas atau perilaku-perilaku keagamaan,” ujar Gus Aab.

Gus Aab berharap semuanya dengan dibingkai dalam rangka penguatan keumatan untuk kesempurnaan Islam kita, memperbaiki pola keagamaan kita, utamanya pengabdian kita kepada Alloh dan baiknya hubungan kita dengan sesama umat manusia. Bahwa problem-problem keumatan, problem-problem masyarakat tidak akan pernah bisa diselesaikan orang perorang atau kelompok perkelompok. Tetapi harus ada gerakan bersama-sama yang dilandasi dengan semangat pengabdian kepada Alloh, hikmah kita kepada umat untuk memperbaiki tataran kehidupan keberagamaan masyarakat yang masing-masing terus meningkat dari aspek kwalitas ibadah maupuan muamalahnya.

“Kalau bicara bikin pesantren NU jagonya, pesantren NU besar dan santrinya banyak. Kalau urusan bikin rumah sakit dan sekolah, Muhammadiyah jagonya. Urusan berdakwah tanpa pamrih, kita hormat pada Jamaah Tabligh, mereka sampai membawa kompor sendiri berkeliling masjid-masjid. Tapi urusan membangun konsolidasi, kekuatan dalam organisasi, serta send of belonging yang tinggi terhadap organisasi, dan menunjukkan eksistensi, maka saya memberikan jempol kepada saudara LDII,” tegas Gus Aab.

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember Akhmad Malik Afandi menyatakan takdzim dan syukur atas dukungan dan pembinaan Gus Aab, apalagi memberikan solusi dalam pembiayaan haji pada warga. “Gus Aab selalu mengikuti perkembangan LDII bahkan memberikan bimbingan, arahan serta pembinaan pada kami. Dalam Musda LDII Kab.Jember pun Gus Aab mengikutinya secara daring,” ujar Akhmad Malik.

 

Oleh: Akhmad Malik Afandi (Jember) (contributor) / rully kuswahyudi (editor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *