Minimalkan Penggunaan Plastik, LDII Tanahlaut Gunakan Tas Purun untuk Wadah Daging Kurban

Tanah Laut (21/7) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1443H. Jumlah hewan kurban yang disembelih sebanyak 81 ekor. Terdiri atas 65 ekor sapi dan 16 ekor kambing.

Menurut Ketua LDII Tala Anton Kuswoyo jumlah hewan kurban yang dipotong tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. “Alhamdulillah jumlah hewan kurban LDII Tala meningkat dari tahun lalu. Tahun 2021 kami menyembelih 76 ekor yang terdiri 61 sapi dan 15 kambing, tahun ini menjadi 81 ekor yang terdiri 65 sapi dan 16 kambing,” ungkapnya.

Terkait adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Tala, Anton menegaskan hewan kurban yang disembelih bebas dari PMK. Hal itu karena pembelian hewan kurban dilakukan di wilayah Kabupaten Tala. Pihaknya tidak mendatangkan hewan dari luar daerah. Selain itu pada saat pemotongan hewan kurban juga sempat dikunjungi oleh petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. “Berdasar pantauan petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, hewan yang kami potong aman dari PMK. Selain itu kami juga memilih hewan yang benar-benar sehat saat pembelian hewan kurban,” kata Anton.

Penyembelihan hewan kurban dilakukan di 16 titik lokasi pada Hari Minggu (10/7/2022). Daging hewan kurban pun dibagikan kepada masyarakat sekitar. Ada hal unik yang dilakukan LDII Tala yakni membagikan daging kurban menggunakan wadah tas purun. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan yakni untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. “Tas purun ini tentu lebih ramah lingkungan. Selain itu tas purun ini juga hasil karya warga Tala, sehingga kami juga berusaha memakai produk lokal,” tandas Anton.

Pada moment Idul Adha 1443 Hijriyah, jajaran Pengurus Harian LDII Tala juga bersilaturrakhim ke kediaman Bupati, Dandim, Polres, MUI, FKUB, tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.    (banjarmasin.tribunnews.com/d86)

 

Oleh: Rully Sapujagad (contributor) / rully kuswahyudi (editor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *