LDII Sri Sembilan Pererat Ukhuwah Lewat Pengajian Akbar di Musala Baitul Falah
Merangin (13/5). Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sri Sembilan turut memeriahkan pengajian akbar rutin yang digelar Majelis Taklim Al-Husna di Musala Baitul Falah, Kecamatan Tabir Timur, Kabupaten Merangin, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkokoh silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antarumat.
Suasana khidmat dan penuh keberkahan terasa sejak acara dimulai pukul 14.30 WIB hingga selesai. Pengajian dihadiri puluhan warga dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh masyarakat, serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari para tokoh dan tausiah agama yang menyejukkan hati. Jamaah tampak memenuhi area musala dan menyimak ceramah dengan penuh perhatian.
Kepala Desa Sri Sembilan, Saptopo, dalam sambutannya mengapresiasi semangat masyarakat dalam menuntut ilmu agama. “Saya sampaikan ribuan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang masih memiliki semangat luar biasa dalam mencari ilmu agama. Ini menjadi modal besar untuk membangun desa yang berakhlak,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga pusat. “Mari kita jaga kerukunan dan dukung semua kebijakan agar berjalan harmonis. Desa Sri Sembilan harus menjadi contoh toleransi dan kebersamaan,” tegasnya.
Pada sesi tausiah, penceramah asal Muara Bungo mengajak seluruh jamaah untuk mempererat tali silaturahmi lintas ormas, termasuk bersama warga LDII, demi menjaga persatuan dan keharmonisan umat Islam.
Usai doa bersama, kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan saling bersalaman antarpeserta. Tokoh LDII Sri Sembilan, Warsan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Pengajian akbar menjadi wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun kesadaran beragama yang menyejukkan,” tuturnya.
Oleh: Sholeh (contributor) / FF (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

