Ratusan Anak LDII Jombang Ramaikan Kegiatan Ngaji Bersama di Masjid Baitul Ulya

Jombang (3/6). Sebanyak 300-an anak usia usia dini (PAUD) hingga SD kelas 6 mengikuti kegiatan mengaji bersama yang digelar di Masjid Baitul Ulya, Kepatihan, Jombang, pada Kamis (14/5). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini menjadi salah satu wadah pembelajaran agama berkala bagi generasi penerus di wilayah Jombang.
Sejak pagi hari, suasana masjid tampak ramai dipenuhi para peserta dan pendamping. Agar materi yang diberikan lebih efektif dan mudah dipahami, panitia membagi kegiatan ke dalam beberapa kelompok berdasarkan jenjang usia anak.
Peserta usia PAUD hingga TK mengikuti kegiatan mewarnai gambar bernuansa islami serta belajar membaca Tilawati. Anak-anak terlihat ceria saat mengenal huruf hijaiyah bersama para pembimbing, yang diselingi dengan menyanyikan lagu-lagu islami.
Sementara itu, peserta jenjang SD kelas 1 hingga 3 mendapatkan bimbingan dasar mengenai thaharah atau bersuci. Materi yang diajarkan meliputi tata cara menyucikan diri dari najis, bersuci dari hadas kecil maupun hadas besar, tata cara wudu, hingga praktik gerakan salat. Peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mempraktikkan tata cara wudu secara bergantian dengan bimbingan langsung dari pendamping.
Bagi peserta jenjang SD kelas 4 hingga 6, materi yang diberikan dikemas secara lebih mendalam. Mereka belajar tentang ketentuan mandi besar, tayamum, pengenalan waktu-waktu salat, hingga penekanan mengenai pentingnya menjaga ibadah salat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam.
Salah satu peserta kelas 2 SD, Jihan, mengaku senang bisa belajar dan mempraktikkan ibadah bersama teman-teman sebayanya dalam suasana yang seru.
Di sisi lain, salah satu guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan ibadah yang baik sejak usia dini, sekaligus menanamkan karakter religius pada anak.
“Kami ingin anak-anak semakin akrab dengan lingkungan masjid, memahami cara bersuci dan salat yang benar, serta terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam tersebut berjalan dengan tertib, hangat, dan penuh semangat. Acara kemudian ditutup dengan doa serta sesi foto bersama. Sebelum meninggalkan lokasi, para peserta diarahkan untuk berbaris dengan rapi dan bersalaman dengan para guru serta pengurus masjid.
Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
