Lintas Daerah

Cegah Stunting, KUA Tabir Timur dan BKKBN Berikan Pembekalan bagi Calon Pengantin

Merangin (3/6). Demi mewujudkan keluarga yang harmonis, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tabir Timur, Kabupaten Merangin, bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) setempat menggelar program bimbingan terpadu. Fokus utama dari kegiatan ini adalah penguatan kesehatan calon pengantin serta pencegahan stunting sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Nikah KUA Tabir Timur pada Kamis (21/5) ini diikuti oleh beberapa pasang calon pengantin. Hadir sebagai narasumber dari BKKBN Kecamatan, Rubi, yang menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan keturunan dari risiko stunting.

Rubi menjelaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya dilakukan saat anak sudah lahir, melainkan harus diantisipasi sejak masa persiapan pernikahan melalui pemenuhan gizi yang baik.

“Salah satu ciri anak yang mengalami stunting adalah berat badan yang tidak seimbang dengan tinggi badan. Oleh karena itu, calon pengantin harus memastikan kondisi fisik dan kecukupan gizinya berada dalam keadaan baik sebelum merencanakan kehamilan,” jelas Rubi.

Sementara itu, Kepala KUA Tabir Timur, Muhamad, memberikan arahan mengenai kesiapan mental dan spiritual pasangan dalam membina bahtera rumah tangga. Menurutnya, dukungan terhadap program pencegahan stunting ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun masyarakat yang sehat.

“Kami mendukung penuh program pemerintah, termasuk dalam hal percepatan penurunan stunting. Masjid dan KUA menjadi ruang strategis untuk memberikan pembinaan kesiapan keluarga,” ujar Muhamad.

Memasuki sesi inti, perwakilan staf KUA yang juga pengurus LDII setempat, Warsan Nurrohim, memaparkan kunci dalam membangun keluarga yang rukun dan harmonis. Ia menyebutkan terdapat empat pilar utama yang perlu diterapkan oleh setiap pasangan baru, yaitu attahabu (saling mencintai), attasawur (saling bermusyawarah), atta’awun (saling tolong-menolong), dan atta’afuf (saling memaafkan).

“Ketika empat konsep dasar ini diterapkan dengan baik, insyaallah akan terwujud hubungan keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah,” ungkap Warsan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut berjalan dengan khidmat dan interaktif, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama peserta, serta ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Supriyono. Pihak KUA mengonfirmasi bahwa agenda pembekalan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam mempersiapkan generasi masa depan yang sehat dan unggul.

 

 

Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *