Doa Bersama Perkuat Solidaritas Peduli Bencana, LDII Hadiri Milad ke-23 FSPP

Serang (1/2). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Banten menghadiri peringatan Milad ke-23 Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten yang dirangkaikan dengan istighosah dan doa bersama bagi para korban bencana banjir, Rabu (28/1). Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, dan dihadiri para ulama, pimpinan pondok pesantren, santri, serta unsur pemerintah daerah.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusuma menyampaikan bahwa FSPP tidak hanya menggelar doa bersama, tetapi juga aktif melakukan aksi kemanusiaan nyata melalui penyaluran bantuan kepada para korban bencana. Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi FSPP dengan berbagai lembaga filantropi telah membuahkan hasil signifikan. “FSPP bekerja sama dengan berbagai lembaga filantropi. Hingga saat ini, lebih dari Rp5 miliar dana kemanusiaan telah kami salurkan untuk korban banjir di Banten, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Presidium FSPP Provinsi Banten Sholeh Rosyad menjelaskan bahwa istighosah dan doa bersama ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-23 FSPP. Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan pesantren, pemerintah, hingga tokoh masyarakat. “Milad FSPP ke-23 ini kami isi dengan istighosah bersama sekaligus menyerukan partisipasi kemanusiaan melalui kolaborasi dengan lembaga filantropi,” ungkapnya.
Sholeh Rosyad menambahkan, bantuan yang disalurkan FSPP tidak hanya berupa dana, tetapi juga Al-Qur’an serta dukungan fasilitas ibadah. “Termasuk pembangunan mushola darurat di Aceh Tamiang dan rencana pembangunan masjid di Aceh,” pungkasnya.
Ketua LDII Provinsi Banten Dimo Tono Sumito mengapresiasi gerakan kemanusiaan yang diinisiasi FSPP melalui program Ayo Cepat Tolong! dari Banten untuk membantu pemulihan pascabencana. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian kolektif yang patut didukung. “Mudah-mudahan negeri kita diberkahi dan diselamatkan dari berbagai ancaman bencana, baik tsunami, gempa bumi, maupun bencana lainnya. Kita berdoa agar Indonesia selamat dan Banten senantiasa mendapat keberkahan,” ujarnya.
Dimo juga menjelaskan bahwa keluarga besar LDII Banten telah menghimpun bantuan untuk para korban bencana, yang selanjutnya dititipkan kepada DPP LDII untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak. Ia menekankan pentingnya peran pesantren dan organisasi keagamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana. “Menjaga lingkungan, terutama kepedulian terhadap sampah, harus terus dirawat. Ini bisa dimulai dari pesantren dengan menerapkan konsep zero waste,” tegasnya .
Melalui kegiatan ini, LDII Banten berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara ulama, pesantren, pemerintah, dan masyarakat dalam merespons bencana, sekaligus meneguhkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial di tengah berbagai musibah yang terjadi.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
