LDII Lamongan Bekali CJH 2026 dengan Bimbingan Haji Intensif

Lamongan (2/2). Kelompok Pengajian Ibadah Haji (KPIH) Walisongo di bawah naungan DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Lamongan menggelar bimbingan manasik haji bagi Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid An Nur Lamongan pada Sabtu–Minggu (31/1–1/2).
Dalam sambutannya, Anggota DPR RI Komisi VI Ahmad Labib menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dipastikan lebih tertib seiring kebijakan ketat yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi. Kebijakan tersebut bertujuan meniadakan jemaah di luar kuota resmi. “Dengan aturan yang semakin ketat, pelaksanaan haji tahun ini diharapkan lebih tertib dan kenyamanan jemaah akan semakin terjamin,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah menyediakan kawasan khusus sebagai Perkampungan Haji Indonesia yang lokasinya berdekatan dengan Masjidil Haram. “Fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan haji yang terintegrasi,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Labib juga menitipkan doa kepada para calon jemaah agar para wakil rakyat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta amanah dalam menjalankan tugasnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Lamongan, Agus Yudi, mengajak seluruh calon jemaah untuk mensyukuri kesempatan berhaji setelah menunggu selama kurang lebih 14 tahun. “Setelah menanti cukup lama, akhirnya calon jemaah dari Lamongan dapat menunaikan ibadah haji pada tahun 2026,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya persiapan menyeluruh, baik fisik, rohani, maupun keilmuan. “Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima serta pemahaman yang baik terkait rukun, wajib, dan sunah haji. Persiapkan ibadah haji ini dengan sungguh-sungguh, dari sisi mental dan pengetahuan manasik, agar pelaksanaannya berjalan lancar dan sesuai tuntunan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar para jemaah mematuhi seluruh peraturan yang berlaku, baik dari Pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi, serta menjaga budi pekerti dan nama baik daerah. Agus Yudi berpesan agar jemaah menerapkan enam Tabiat Luhur Warga LDII, yakni jujur, amanah, kerja keras dan hemat, rukun, kompak, serta mampu bekerja sama dengan semua pihak. “Saya juga menitipkan doa, semoga LDII Lamongan dan masyarakat Lamongan senantiasa diberikan kelancaran dan keberkahan oleh Allah SWT,” pungkasnya.
Oleh: Istiyan Zuhri (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
