SMPN 15 Merangin dan KUA Tabir Timur Padukan Pembinaan Mental Spiritual

Merangin (7/4) – Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 15 Merangin mengikuti pembinaan mental spiritual yang digelar bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tabir Timur. Kegiatan rutin setiap Jumat pagi ini mengusung tema “Tri Sukses Generasi Penerus” yang mencakup tiga pilar utama, yakni akhlakul karimah, faqih, dan mandiri.

Kepala SMPN 15 Merangin, Edwin, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menilai pembinaan generasi penerus perlu dilakukan secara intensif dan berkelanjutan agar memberikan hasil yang optimal. “Pembinaan generasi penerus harus dilakukan secara intensif dan berkesinambungan agar memberikan hasil yang maksimal,” ujar Edwin.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi budaya sekolah yang berdampak jangka panjang bagi peserta didik. “Kami berharap siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, pemahaman agama yang memadai, serta kemandirian sebagai bekal menghadapi kehidupan,” tambahnya.

Materi pembinaan disusun oleh Ustaz Warsan Nurrohim, yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat. Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat praktis dan kontekstual agar mudah dipahami oleh siswa. “Materi disusun secara sederhana dan aplikatif. Pada aspek kemandirian, siswa diajak mempraktikkan pengelolaan keuangan sederhana dan tanggung jawab terhadap tugas sehari-hari. Sementara pada aspek keagamaan, pembelajaran dilakukan melalui pendekatan diskusi agar lebih interaktif,” jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung di ruang serbaguna sekolah tersebut juga mendapat respons positif dari wali murid. Mereka menilai program ini memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku siswa, khususnya dalam kedisiplinan beribadah dan tanggung jawab sehari-hari.

Dengan pembinaan yang dilakukan secara rutin, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang berakhlakul karimah, memiliki pemahaman agama yang baik, serta mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh: Sholeh (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.