LDII Kota Kediri Komitmen Perkuat Dakwah Ekologi dan Gaya Hidup Minim Sampah

Jakarta (19/4). Isu kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global menjadi perhatian serius dalam Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) 2026. Melalui sesi pembekalan bertajuk “Ekoteologi dalam Praktik: Peran Ormas Islam Membangun Kesadaran Lingkungan Berbasis Nilai Agama”, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Muchlis Hanafi, mengajak seluruh kader LDII untuk menjadikan pelestarian alam sebagai bagian tak terpisahkan dari ibadah, pada Rabu (8/4).

Dalam paparannya, Muchlis Hanafi menekankan bahwa agama memiliki bahasa yang lebih mudah diterima masyarakat dalam menggerakkan aksi lingkungan. Ia menyebutkan bahwa pelestarian alam adalah turunan dari visi Asta Cita Presiden dan program prioritas Menteri Agama mengenai harmoni dengan alam semesta. “Agama bukan lagi sekadar bicara soal tubuh dan ritual, tapi bagaimana kita memberikan kontribusi nyata. Manusia memiliki fungsi sebagai khalifah yang bertugas memakmurkan bumi, bukan merusaknya. Kita menerima alam ini dalam keadaan hijau dan subur, maka jangan sampai kita mewariskan bumi kepada generasi mendatang dalam keadaan gersang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena sisa makanan (food waste) yang meningkat saat momen hari besar keagamaan. Berdasarkan data PBB, sisa pangan yang terbuang mencapai miliaran ton pertahun. “Mengurangi sisa makanan adalah bagian dari syukur. Menjaga keseimbangan (mizan) alam adalah kunci agar nikmat Tuhan tidak berubah menjadi bencana,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyatakan komitmennya untuk menginstruksikan penguatan dakwah ekologi di tingkat daerah. “Kami sangat sependapat dengan Kemenag RI bahwa pendekatan agama adalah cara paling efektif untuk membangun kesadaran lingkungan. Di Kediri, kami akan terus mendorong warga LDII untuk menerapkan gaya hidup minim sampah dan penguatan ketahanan pangan di lahan terbatas. Dakwah kami tidak hanya di atas mimbar, tapi juga melalui tindakan nyata menjaga kelestarian alam sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Sekretaris LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menggarisbawahi pentingnya konsep “panjang umur” melalui amal jariyah lingkungan yang disampaikan oleh narasumber. “Dr. Muchlis Hanafi mengingatkan kita bahwa umur yang berkah adalah usia yang diisi dengan karya produktif dan manfaat bagi sesama. Menanam pohon atau memelihara ekosistem adalah investasi masa depan. LDII Kota Kediri siap menyosialisasikan nilai-nilai ekoteologi ini kepada generasi muda agar mereka memiliki kepedulian tinggi terhadap krisis iklim. Kami ingin santri-santri kita menjadi pelopor dalam menjaga keseimbangan alam demi kelangsungan hidup bangsa,” tegasnya.

Munas X LDII 2026 ini diharapkan melahirkan program-program unggulan di bidang lingkungan yang sejalan dengan target pemerintah dalam mencetak sawah baru dan menjaga ketahanan pangan nasional. Dr. Muchlis menutup dengan pesan bahwa harmoni Indonesia hanya bisa dicapai jika manusia mampu menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.

 

Oleh: Sofyan Gani (contributor) / FF (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.