Lintas Daerah

LDII Lestarikan Semangat Kebangkitan Nasional melalui Pembinaan 29 Karakter Luhur

 

Jakarta (3/6). Momentum Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei menjadi pengingat lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908, yang menandai tumbuhnya kesadaran kebangsaan di kalangan pemuda Indonesia.

Setelah berdirinya Boedi Oetomo, berbagai organisasi pergerakan nasional bermunculan, antara lain Serikat Dagang Islam, Muhammadiyah, Indische Partij, Taman Siswa, Nahdlatul Ulama, dan Partai Nasional Indonesia. Perkembangan organisasi tersebut turut mendorong lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 hingga Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) terus melaksanakan program pembinaan generasi melalui penerapan 29 karakter luhur. Program tersebut dijalankan di berbagai jenjang pembinaan, mulai dari pondok pesantren hingga tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Dody Taufiq Wijaya, menjelaskan bahwa pembinaan karakter menjadi salah satu fokus organisasi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. “LDII terus memperkuat pendidikan karakter melalui program 29 karakter luhur sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang profesional religius dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Selain pembinaan karakter, LDII menjalankan program kerja yang mencakup berbagai bidang, di antaranya wawasan kebangsaan, keagamaan dan dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, pangan dan lingkungan hidup, kesehatan herbal, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.

Program-program tersebut menjadi bagian dari kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan mempersiapkan generasi penerus menyongsong Indonesia Emas 2045.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 menjadi momentum untuk mengingat kembali peran generasi muda dalam sejarah perjuangan bangsa sekaligus memperkuat upaya pembinaan generasi di berbagai bidang kehidupan.

Oleh: Agus Irawan (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *