Artikel

Kopdar Generus LDII Kota Bontang

Suasana Kopdar Generus LDII Kota Bontang

BONTANG – Kopi Darat atau istilah yang biasa dikenal pada masa kini, yakni KOPDAR yang diadakan oleh generasi penerus (generus) yang isinya pra-remaja, remaja, hingga masuk usia menikah LDII Kota Bontang untuk mengisi kegiatan pada tanggal 31 Desember 2017 bertepatan dengan Tahun Baru 2018.  Bertempat di Pondok Harmoni Gunung Pasir RT 26, Kelurahan Gunung Telihan, Kota Bontang. DPD LDII Kota Bontang Bersama Generus LDII Kota Bontang melaksanakan kegiatan pembinaan generus yang dikemas dalam acara yang bertajuk KOPDAR GENERASI JAMAN NOW GENERUS LDII KOTA BONTANG dengan mengangkat tema “Jauhi Narkoba ! Menjadi Generus Yang Berprestasi!”.

Acara dihadiri lebih dari 250 peserta dari Generus LDII Se-Kota Bontang, dibuka dengan hiburan tampilan Seni Pencak Silat Persinas Asad, Tahfizh Al-Qur’an oleh Gunawan Syahputra Bin Jumarding, dilanjut dengan acara inti, yakni Sosialisasi Anti Narkoba yang disampaikan oleh pemateri IPTU (Purn) Nanang Budi, mantan Wakapolsek Bontang Utara dalam pemamparannya secara gamblang memberikan informasi tentang apa itu narkoba, jenis-jenis bahan yang termasuk narkoba, dan bahaya pemakaian narkoba pada generasi muda. Selanjutnya Pembacaan Ikrar Anti Narkoba, dilanjutkan dengan pengajian akhir tahun, do’a malam bersama, dan ditutup dengan sholat subuh berjama’ah. Turut hadir dalam acara ini, Kepala Kantor Kemenag Kota Bontang, Camat Bontang Barat, Lurah Gunung Telihan, dan Tokoh Masyarakat, serta Warga LDII Kota Bontang.

Foto Bersama – Wanhat, Ketua DPD, Kemenag, DPRD, Camat dan Lurah

Ketua DPD LDII Kota Bontang, H. Anton Kuswanto, S.Si dalam sambutannya memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari garis kebijakan Dewan Pimpinan Pusat, “Kami memilih kegiatan yang lebih bermanfaat dengan melakukan kegiatan penyuluhan bahaya narkoba dan pengajian akhir tahun dimana kita bisa saling menguatkan diri dari sisi ibadah, bersilahturahmi dan berdoa bersama serta menanamkan sifat mujhid muzhid daripada merayakan tahun baru diluar yang cenderung pemborosan, menambah kemacetan dan tidak membangun karakter Islami”. Lebih lanjut Anton mengatakan, ”Moment malam tahun baru adalah kesempatan seluruh warga LDII untuk bonding yaitu berkumpul mempererat hubungan dengan komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak, dengan sesama  warga internal maupun dengan lingkungan pondok Harmoni maupun masjid sebagai pusat kegiatan warga LDII. Justru inilah saat pembangunan karakter bisa divisualisasikan disaat krisis moral sedang berlangsung di negeri ini ”. LDII sangat peduli dengan perkembangan perilaku sosial yang amat memprihatinkan, lunturnya nilai, keyakinan dan pola pikir berakibat pada hal-hal yang tidak menguntungkan bangsa bahkan merusak akhlaq yang harus dicarikan jalan keluar dengan kegiatan positif. “Kita tidak boleh melakukan pembiaran perilaku jahiliyyah yang mengarah pada maksiat. Tantangan berat bagi generasi ke depan adalah melawan  pengaruh lingkungan sosial yang melaju cepat. Karena itu pembekalan agama dan pembinaan akhlaq sebagai pondasi perilaku harus dilakukan secara terus menerus sehingga terbentuklah generasi yang faqih agama, akhalqul kharimah serta mandiri, kreatif dan inovatif bisa terwujud ”.

Kepala Kemenag Kota Bontang dalam sambutannya menyatakan sangat bangga dan takjub dengan acara Remaja LDII ini. Disaat kebanyakan pemuda-pemudi lain mengisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat, Remaja LDII melaksanakan kegiatan yang baik mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga turut serta membantu Program Pemerintah Kota Bontang menuju Bontang Bebas Narkoba.

Sesuai tema yang diusung, diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat lahir generasi penerus bangsa yang sehat, berprestasi, dan anti narkoba. (Red-Annisa)

103 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *