Kasdim Hadir di Tengah Munas Hybrid, LDII Cilegon Tegaskan Komitmen Jaga NKRI
Cilegon (14/4). Suasana hangat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti Aula DPD LDII Kota Cilegon pada Selasa sore (7/4/2026). Meskipun berlangsung secara virtual, jajaran pengurus harian DPD LDII Kota Cilegon tetap serius menyerap materi strategis dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang dipusatkan di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta.
Hadir sebagai tamu kehormatan, Kepala Staff Kodim 0623 Cilegon mewakili Dandim, Mayor Subandi, turut bergabung bersama jajaran pengurus untuk menyimak pemaparan materi bertema kedaulatan dan pertahanan negara yang disampaikan para petinggi TNI dari pusat.
“Kami sangat mengapresiasi langkah LDII yang melibatkan unsur kewilayahan seperti Kodim dalam kegiatan ini. Materi mengenai transformasi militer dan bela negara di era digital sangat penting untuk dipahami oleh ormas sebagai garda terdepan pembinaan masyarakat,” ujar Mayor Subandi.
Kehadiran Kasdim 0623 Cilegon, Mayor Subandi di Aula LDII Kota Cilegon menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya dalam merespons isu-isu strategis nasional. Didampingi oleh Ketua DPD LDII Kota Cilegon, Noor Yudono, yang tidak hadir di Munas X LDII, dikarenakan masalah kesehatan. “Jadi LDII Kota Cilegon mengirim sekretaris, Ali Yulianto untuk mewakili Ketua DPD LDII Kota Cilegon di Munas,” kata Noor Yudono.

Ia menekankan bahwa kehadiran tokoh TNI di tengah agenda Munas secara hybrid ini bertujuan untuk memastikan visi LDII selaras dengan implementasi di tingkat daerah, khususnya dalam menjaga kondusivitas Cilegon.
“Sore ini kami belajar banyak tentang bagaimana komponen bangsa harus terlibat aktif menjaga NKRI. Dengan hadirnya Pak Kasdim, kami ingin menunjukkan bahwa LDII Cilegon siap bersinergi untuk mengaplikasikan nilai-nilai patriotisme dan karakter luhur di tengah masyarakat Cilegon secara luas,” ungkap Noor Yudono.
Poin penting diskusi sore yang dapat dicatat yakni terkait wawasan kebangsaan untuk menyamakan persepsi antara doktrin militer terbaru dengan peran ormas keagamaan. Bela negara di era baru, memahami bahwa pertahanan negara bukan hanya soal fisik, tapi juga ketahanan pangan, sosial, dan budaya.
“Kemudian soliditas lokal dengan memperkuat komunikasi intensif antara LDII Kota Cilegon dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cilegon,” kata Noor Yudono.
Partisipasi secara hybrid ini membuktikan bahwa keterbatasan jarak tidak menghalangi transfer ilmu dan semangat dari forum tertinggi organisasi di Jakarta ke pengurus di daerah. DPD LDII Kota Cilegon berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis TNI-Polri dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui pembinaan umat yang berkarakter dan cinta tanah air.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Uyun Kusuma (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
